TheMagic Library berkisah tentang dua orang sepupu bernama Nils dan Berit yang memutuskan untuk bertukar surat agar bisa tetap berkomunikasi - mari berasumsi bahwa cerita ini berlatar sebelum maraknya penjualan handphone di kalangan anak-anak. Alih-alih bertukar surat secara konvensional, mereka memutuskan untuk bertukar "buku-surat," sebutan untuk sebuah buku catatan seperti buku diari
TheMagic Library. Haiiii. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul The Magic Library, buku ini aku beli di marketplace. Aku tertarik membaca buku ini karena judul dan sinopsis-nya :D. Jadiii buku ini bercerita tentang dua saudara sepupu bernama Berit dan Nils, mereka tinggal di kota yang berbeda namun mereka ingin selalu berkomunikasi.
ReviewBuku The Midnight Library. Merasa tidak ada yang baik dalam hidupnya, malam itu dia menuliskan pesan terakhirnya di laman Facebook sebelum memutuskan bunuh diri. Di luar dugaan Nora, kematian tidak langsung membawanya ke surga maupun neraka. Kini, Nora berada di tempat persinggahan antara kematian dan kehidupan.
Vay Tiền Nhanh. The Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibi Bokken bercerita tentang dua orang sepupu yang tinggal berlainan kota. Berit gadis remaja kelas 8 tinggal di Fjaerland sedangkan Nils, anak laki-laki kelas 6 B yang bercita-cita ingin menjadi pemain bola, tinggal di selalu menghabiskan waktu berlibur bersama, seperti pada musim panas lalu. Namun ketika liburan usai dan mereka harus kembali bersekolah di kota masing-masing, komunikasi dijalin melalui kedua sepupu itu menulis suratnya kali ini bukan dalam selembar kertas. Tetapi dalam sebuah buku, yang mereka kirimkan bolak balik antara Fjaerland dan Oslo. Ide untuk membuat buku surat ini berasal dari Billie Holiday, pemilik penginapan di Fjaerland. Mereka tidak menyangka di balik ide pembuatan surat ini, ada sebuah konspirasi menurut Nils yang akan membawa mereka pada sebuah petualangan seru dan memacu adrenalin. Sehingga mentasbihkan Nils dan Berit sebagai penulis 170 halaman novel ini, kita seperti sedang membaca surat-surat kedua sepupu itu. Banyak hal- hal menarik yang terungkap dari surat-surat tersebut. Bibliografer Berasal dari dari kata Biblion Bahasa Yunani yang berarti buku. Nils menyimpulkan bahwa arti bibliografer adalah pecinta buku. Tetapi Berit tidak setuju dengan kesimpulan sepupunya, ia menuduh Nils tertukar dengan istilah bibliophile pecinta buku’ yaitu seseorang yang mengkoleksi buku-buku langka dan bermutu. Berit menemukan arti istilah Bibliografer yang benar setelah melihat kamus, yaitu seseorang yang melakukan kegiatan bibliografi, hal-hal mengenai buku-buku. Incunabula Sebuah istilah yang berasal dari bahasa latin yang berarti timbangan. Tetapi pada saat ini, istilah incunabula digunakan untuk buku-buku yang diterbitkan sebelum tahun 1500. Buku-buku yang pertama kali dicetak setelah seni percetakan buku ditemukan. Buku Harian Anne Frank Seorang gadis Yahudi yang lahir di Frankfurt, pada 12 Juni 1929 yang bernama lengkap Annelies Marie Frank. Pada 6 Juli 1942 ketika saudara perempuannya yang bernama Margot dideportasi ada yang mengatakan dibawa ke Kamp konsentrasi Nazi. Ia dan keluarganya harus bersembunyi di gudang bisnis produk makanan milik Otto Frank. Anne Frank menuliskan semua kejadian yang dia alami selama masa persembunyian dalam sebuah buku harian. Tulisan terakhir gadis Yahudi itu tercatatat dalam buku hariannya pada tanggal 1 Agustus 1944, tiga hari sebelum Gestapo menemukan persembunyian keluarga tersebut. "Untuk seseorang seperti aku , ada perasaan aneh ketika menulis buku harian, Bukan hanya karena aku belum pernah menulis , melainkan karena aku pun berpikir bahwa aku maupun orang lain tak akan tertarik pada curahan hati seorang remaja berusia tiga belas tahun. Tapi sebenarnya bukan itu permasalahannya. Aku ingin menulis dan berbincang dengan diriku sendiri tentang apa saja yang muncul dari dalam jiwaku. Kertas kan lebih sabar daripada manusia." Buku harian ini kemudian diterbitkan pada tahun 1947 di Belanda, dan kini telah dialihbahasakan ke dalam 70 bahasa. Buku Harian Anne Frank telah menjadi bagian penting dalam sejarah dunia yang menginspirasi jutaan orang. Setelah baca surat Berit ini, saya jadi ingin baca buku harian Anne Frank penasaran dengan kisahnya. Bagaimana dengan teman-teman? Apakah ada yang sudah baca?Sumber Real Life Desimal Dewey Jika teman-teman berkunjung ke perpustakaan, pasti menemukan stiker berisi angka-angka yang merupakan kode pengklasifikasian buku yang ditempel pada sisi buku. Bentuk kodenya lebih dari tiga digit, setelah digit ketiga akan ada titik kemudian diteruskan dengan angka-angka selanjutanya. Kode-kode tersebut disusun oleh Melvy Dewey pada tahun 1873. Kemudian dikenal dengan Klasifikasi Desimal Dewey, yang menjadi acuan dalam penataan bidang-bidang keilmuan di perpustakaan. Ada sepuluh kelas utama dalam klasifikasi Dewey yang dapat dibagi lagi ke dalam 10 bagian, kemudian 10 bagian tersebut dapat dibagi lagi ke dalam 10 bagian. Sepuluh kelas utama tersebut adalah 000 Komputer, informasi dan referensi umum100 Filsafat dan psikologi200 Agama300 Ilmu sosial400 Bahasa500 Sains dan matematika600 Teknologi atau Ilmu terapan700 Kesenian dan rekreasi 800 Sastra 900 Sejarah dan geografi Setiap buku di perpustakaan juga memiliki tiga kartu yang berbeda yaitu Kartu yang memuat urutan pengarang secara alfabetis Kartu menurut judul buku Pengurutan berdasarkan registrasi dan kata kuncinya Fjaerland Lebih dari lima puluh persen cerita The Magic Lybrari ini terjadi di Fjaerland, sebuah distrik yang memiliki 300 penduduk yang kebanyakan bermata pencaharian dibidang pertanian dan parawisata. Bentang alam yang telah dihuni sejak zaman Viking ini, telah dibentuk oleh gletser melalui zaman es berturut-turut selama 2,5-3 juta tahun yang tanggal 31 Mei 1991, Museum Gletser Norwegia diresmikan oleh Ratu Sonja di Fjaerland yang diarsiteki oleh Sverre Fehn. Kertas Kain Lap Ah… saya sangat iri pada Berit dan Nils, mereka beruntung sekali dapat melihat buku-buku incunabula yang cantik bak lukisan. Memiliki kertas yang sangat tebal seperti karton yang disebut kertas kain lap, yaitu kertas yang berbahan dasar dari kartun dan linen yang dihancurkan dan dimasak dengan lem dari babi. Perpaduan bahan-bahan tersebut menjadikan kertas kain lap sangat kuat mampu bertahan selama berabad abad. Gutenberg Alfabet merupakan revolusi besar pertama dalam sejarah budaya huruf. Sejak saat itu selama ribuan tahun manusia menulis di atas berbagai media seperti batu, kayu, kulit kura-kura, dsb. Berjalan seiring waktu buku-buku ditulis di atas perkamen dan kertas dengan ditulis tangan. Sehingga harga buku menjadi sangat mahal, tidak terjangkau oleh masyarakat luas. Sebelum akhirnya pada tahun 1450 Johannes Gutenberg, seorang pandai besi berkebangsaan Jerman, menemukan mesin cetak yang didasarkan pada pencetak yang digunakan untuk membuat anggur. Penemuan mesin cetak ini merupakan revolusi terbesar kedua dalam budaya huruf. Gutenberg memakai huruf bongkar pasang movable type dari timah hitam. Sampai akhirnya ia dapat mencetak seluruh halaman buku. Buku yang pertama kali dicetak oleh Gutenberg adalah Kitab Injil. Pesan Jostein Gaarder The Magic Library Perpustakaan Bibi Boken merupakan sebuah pesan dari penulis bahwa buku adalah teman terbaik. “Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman terbaik. Di sana kita akan berbaur dengan karakter paling pintar, paling intelek dan paling luhur; disana kebanggaan dan keluhuran manusia bersemayam”. Setiap kali kita membuka sebuah buku, akan memandang sepetak langit. Dan jika kita membaca sebuah kalimat baru, akan sedikit banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang dibaca akan membuat kita dan dunia menjadi lebih besar dan luas. Seru sekali baca buku ini, petualangannya bikin degdegan dan mengandung filosofi yang sangat dalam seperti novel Dunia Cecilia and The Angel karya Gaarder lainnya . Tetapi apakah Berit dan Nils berhasil menemukan perpustakaan Rahasia Bibi Boken? Judul Buku The Magic Library penulis Jostein Gaarder & Klaus Hagerup Penerbit Mizan Tahun Terbit 2018, Maret cetakan IX Jumlah Halaman 282 Penerjemah Ridwan Saleh
The Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup Penerbit Mizan 282 halaman Cetakan ke VI - 2017 My Review Okay, dari tampilan buku ini covernya cukup untuk menarik perhatian calon pembeli, salah satunya saya. Saya membeli buku ini sebenarnya tidak secara sengaja untuk membelinya melainkan karena terpengaruh oleh desain covernya yang ramai serta diberikan gambar yang unik, sebuah ruangan yang penuh rak buku, dengan dua anak yang menatap ke atas sedang melihat buku-buku yang beterbangan. Untuk Blurb nya membuat saya penasaran mengenai isi ceritanya terutama penyusunan kalimatnya yang baik. Blurbnya menceritakan tentunya isi bukunya, tetapi spoiler free. Isi Buku Buku ini menceritakan tentang dua orang saudara sepupu Nils dan Berit yang tinggal di Norwegia, tetapi saling terpisah. Nils yang berusia 12 tahun tinggal di Ibukota Norwegia, Oslo, dan Berit 16 tahun tinggal di Fjærland susah sekali menyebutkannya. Kedua saudara sepupu ini awalnya merencanakan untuk saling berbagi cerita dan mengirim kabar melalui buku yang mereka sebut sebagai buku surat. Buku surat itu mereka gunakan sebagai media untuk mengirim surat satu sama lain, tidak menggunakan lembaran kertas. Buku itu dikirim melalui Oslo lalu ke Fjærland, lalu ke Oslo lalu ke Fjærland lagi dan seterusnya. Buku surat itu awalnya tidak terlalu menarik dan membuat kedua saudara sepupu tersebut panic dan cemas, tetapi setelah mereka mengalami berbagai kejadian aneh karena buku tersebut, merekapun berusaha untuk mencaritahu mengapa kejadian aneh tersebut terjadi hanya karena buku surat mereka. Evaluasi Di dalam buku ini, banyak memberikan pengetahuan menarik mengenai buku, perpustakaan, dan penerbitan buku. Genrenya sendiri adalah fantasy, mistery, humor, dan anak, tetapi tetap asyik untuk dibaca oleh remaja, maupun dewasa. Plot cerita buku ini sangat mengalir hingga saya hanya membutuhkan waktu 2 setengah hari untuk mengahbiskannya karena tidak sabar ingin melanjutkan ceritanya. Awal cerita Bab 1 penulisannya sangat unik karena memberikan layaknya copy dari buku surat antara Nils dan Berit, sehingga tampaknya kedua saudara sepupu tersebut saling berbalas surat di buku itu. Tokoh dalam cerita ini tentunya sebagai tokoh utama adalah Nils dan Berit. Penulis menyusun kalimat dan percakapan masing-masing antara Nils dan Berit sesuai dengan karakternya. Nils yang merupakan seorang anak kecil dengan imajinasinya yang tinggi, sedangkan Berit yang telah remaja lebih logis dan rasional dibanding Nils. Penggambaran kedua tokoh tersebut tentunya sangat baik sehingga ketika berganti surat pembaca juga akan serasa berganti suasana dan peran yang snagat nyata. Selain kedua tokoh tersebut, ada berbagai tokoh juga yang sama pentingnya, seperti Bibbi Bokken, Smiley, Mario Bresani, dan beberapa tokoh lainnya yang sepertinya tidak perlu saya sebutkan karena takutnya akan menjadi spoiler. Secara umum novel ini kocak dan sangat kental informasi mengenai perputakaan dan buku, sehingga untuk kalian yang hendak menjadi pustakawan ataupun seorang pembaca tetap. Saya sangat sarankan untuk membaca buku ini. Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman terbaik - 💙💙💙💙❤
The Magic LibraryHaiiii…. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul The Magic Library, buku ini aku beli di marketplace. Aku tertarik membaca buku ini karena judul dan sinopsis-nya D. Jadiii buku ini bercerita tentang dua saudara sepupu bernama Berit dan Nils, mereka tinggal di kota yang berbeda namun mereka ingin selalu berkomunikasi. Dan akhirnya mereka membeli sebuah buku tulis untuk dijadikan buku surat buku surat adalah kegiatan surat menyurat yang ditulis di dalam buku agar surat yang dikirim dan surat yang dibalas tidak terpisah. Berit dan Nils pun menceritakan kejadian sehari-hari yang mereka alami baik di sekolah maupun di rumah. Tiba-tiba mereka mulai menulis surat tentang tetangga Berit bernama Bibbi Bokken yang diduga mempunyai perpustakaan ajaib di dalam rumahnya. Seketika Berit dan Nils mulai meyelidiki tentang Bibbi Bokken layaknya buku The Magic Library-Perpustakaan Bibbi Bokken Penulis Jostein Gaarder & Klaus Hagerup Penerbit Mizan Penerjemah Ridwana Saleh Halaman 282 Asal negara NorwegiaMenurutku ilustrasi cover buku ini sangat menarik dan membuat orang penasaran ingin membacanya covernya soft cover ya! Jadi kalian harus menjaganya baik-baik agar tidak mudah rusak. Oh iya ukuran bukunya juga tidak terlalu besar dan tebal sehingga sangat pas untuk di bawa kemana-mana. Warna kertasnya kuning sehingga nyaman untuk di baca lama. Buku novel ini sama sekali tidak ada ilustrasinya hanya terdapat ilustrasi pada covernya saja dan itu membuat kita berimajinasi lebih jauh! Sangat seru lho membayangkan kejadian-kejadian menegangkan di dalam buku ini hihi… Buku ini sangat-sangat seru!!! Karena alurnya membuat kita berpikir lebih jauh dari biasanya.. benar-benar luar biasa. Di tambah kejadian-kejadian ceroboh yang sangat memalukan .. aduhhh >.< tidak perlu khawatir karena isinya di penuhi basa-basi ringan seperti percakapan kita sehari-hari. Endingnya pasti sangat tak terduga! Ohya bagian yang paling kusuka adalah saat Berit diam-diam memasuki rumah bibbi Bokken yang tidak terkunci, iya melompat dan mencari-cari buku di rumah itu tetapi ia tak menemukan satu buku pun. Saat ia ingin melarikan diri ia sudah mendengar suara kenop pintu dan pintu pun terbuka…Aku sangat suka bagian itu karena menegangkan sampai aku terbawa suasana hehe..Tokoh favoritku di buku ini adalah Berit karena ia selalu berhati-hati dan sangat teliti, sehingga banyak kejadian yang menegangkan dapat terselamatkan oleh tindakan Berit. Pelajaran yang dapat aku ambil setelah membaca buku ini adalah kita harus selalu berpikir positif dan yakin dengan diri sendiri dalam menentukan pilihan atau keputusan . Di buku ini juga banyak ilmu baru yang bisa di ambil lho.. seperti banyak tahu kosakata baru tentang istilah perpustakaan. Contohnya seperti kata Incunnabulla yang artinya adalah buku yang sangat-sangat tua! dan masih banyak lagi kosakata merekomendasikan buku ini untuk kalian yang suka cerita petualangan, penyelidikan, teka-teki hingga alur cerita yang tidak dapat ditebak. Buku ini seru kalian tidak akan menyesal telah membacanya. Menurutku buku ini cocok untuk usia 12 tahun keatas karena tingkat pemahamannya lumayan berat untuk aku yang berusia 11 tahun. Aku pun perlu waktu satu bulan untuk membaca buku ini karena ada paragraph yang harus di ulang-ulang bacanya supaya paham. Terima kasih sudah membaca review-ku kali ini!! Semoga bermanfaat dan tunggu review buku selanjutnya ya~ byeeeee!
review buku the magic library